Sudah bosen sama alamat ini. Kepanjangan pula.. ga bagus lagi ah.. Waktunya buat alamat baru.
Try this:
http://frogstyle08.blogspot.com
Thursday, November 08, 2007
Bosan
Posted by
KodokHijau
at
11/08/2007 12:46:00 AM
0
comments
Thursday, October 25, 2007
Status
Aku bingung.
Bagaimana aku bisa bekerja dengan fasilitas kantor kalo aku tidak boleh berada disitu?????
Seandainya saja statusku bukan keponakannya. Seandainya saja aku tidak bekerja disitu. Seandainya saja aku tidak memilih pendidikan itu.
Mungkin semuanya tidak memberatkan kepalaku seperti ini. Mungkinkah status ini justru memberatkan dan menyulitkan langkahku..
Posted by
KodokHijau
at
10/25/2007 10:04:00 PM
0
comments
Labels: work
will i ever...???
Hmmmm....
I'm a little bit confused by work today. Maybe, just maybe, if i weren't related to a certain important someone at work, maybe he would emphasize on that while saying that I should stay clear of a certain office space.
I am perfectly aware of the massive amount of important and confidential matters available in that certain office space. And I know that with my upcoming status as a student, I am not allowed to have access to those information. Because of that, I haven't violated any of my upcoming restrictions yet, no more than what I need to do may tasks as secretary and no more than what I am allowed to (after asking permission with the authorities of course).
It's no the "staying away from that certain office space" that bothers me. It's the family thing. Did he really need to say that? Did I get where I am because of this family connection? Am I not good enough by myself? He kept me wandering.....
My big question is: Will I live under this family shadow (at work) for the rest of my miserable life? When can people see me as who I am and my capabiliies?
Posted by
KodokHijau
at
10/25/2007 06:45:00 PM
0
comments
Labels: work
Tuesday, October 02, 2007
What Gilmore Girls character are you?
| What Gilmore Girls character are you? Your Result: Rory You are bright, smart, and fun to be around. You can be shy sometimes, but when you're with friends or you're upset, they see a whole different side of you. | |
| Lorelai | |
| Sookie | |
| Luke | |
| Lane | |
| Christopher | |
| What Gilmore Girls character are you? | |
Posted by
KodokHijau
at
10/02/2007 07:32:00 PM
0
comments
Tuesday, October 03, 2006
Matematika..
(mungkin menjadi) Salah satu alasan mengapa kaum kurang berpendidikan cenderung konsumtif....
Ketika gaji satu bulan sebagai pembantu rumah tangga yang hanya 200 ribu rupiah saja itu hendak dihabiskan seluruhnya untuk membeli sebuah hape bekas, kepalaku menggeleng....
“Bagaimana kemudian mau beli pulsa kalau uang gaji sudah dihabiskan beli handsetnya?”
Ketika ngomel karena motor kreditannya diambil kembali oleh dealer karena tidak mampu bayar cicilan kedua dengan berpenghasilan sebagai tukang ojek, aku bingung.
“Memangnya penghasilan dari ngojek cukup untuk hidup sehari-hari sekaligus bayar cicilan?”
Semakin banyak berhubungan dengan mereka yang kurang beruntung untuk dapat mengenyam pendidikan yang cukup, semakin banyak pula contoh-contoh kasus serupa. Sebelum ini, aku masih tak habis pikir bagaimana otak mereka berjalan. Bukankan kedua kasus sudah dapat diprediksi kelanjutnya sejak awal?
Kasus pertama, tentunya akan menggunakan pulsanya untuk hal-hal yang tidak penting (alias boros; mengingat pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga yang tidak banyak berinteraksi dengan dunia luar). Kemudian dia akan ribut tidak punya pulsa. Mungkin pinjam sana sini untuk beli pulsa, masih untuk tujuan yang ga jelas. Bukan tidak mungkin akan digunakan untuk ikut serta kuis-kuis di televisi, atau untuk mendapat sms dari para artis (yang biaya sekali terima sms kira-kira rp2000)
Kasus kedua, seandainya ia memperhitungkan antara kemungkinan penghasilan yang akan ia dapat sebagai tukang ojek dengan biaya hidup yang ia butuhkan serta uang cicilan yang wajib ia bayar, mungkin ia tidak perlu mengalami kekecewaan saat motor kreditan itu diambil. Diperkirakan, penghasilan bersih dari ngojek sekitar rp10.000 per hari (lokasi di kawasan pedesaan jawa barat). Biasanya, butuh uang dengan jumlah yang sama untuk makan dia dan keluarganya. Jadi, mana uang tabungan untuk cicilan motor?
Tinggal di kabupaten ini, dalam wilayah propinsi paling barat Indonesia tercinta, baru aku tahu ternyata seorang lulusan D3 perawat, calon perawat yang masih kuliah, lulusan SMA, mahasiswa calon guru, serta siswa SMA kelas 1, tidak tahu berapa persenkan 3 per 30 itu. Alasannya sudah lupa, tidak diajarkan, atau belum diajarkan. Jawabanku: MANA MUNGKIN? Terlalu sulitkah hitungan persen itu, atau segini buruknya kan pelajaran matematika di kabupaten ini?
Pertanyaan ku perluas merambah daerah pecahan: setengah tambah setengah, satu per empat tambah tiga per empat, seputar itu lah kira-kira. Juga kutanya, berapa persenkan setengah dan seperempat itu? Dari semua yang kutanya (convinient sampling yang jumlahnya masih jauh dari adekuat..) hanya satu orang yang akhirnya mampu menjawab, setelah berpikir selama kurang lebih setengah jam untuk setiap pertanyaan.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...
Setelah pengalaman ini baru kusadar artinya matematika dalam hidup. Bukan untuk hitung duit, laba atau rugi, hasil penjualan hari ini, dan seputar itu. Tapi untuk perencaan serta pikiran abstrak. Dengan matematika dasar (dan tidak tercakup di dalamnya masalah bangun ruang/geometri, trigonmetri, dan benda-benda aneh lainnya yang ikut diujikan dalam matematika dasar SPMB), seseorang dapat memahami mengapa pulsa GSM yang 100ribu itu bisa menjadi lebih murah daripada yang 5ribu atau 20ribuan. Atau, membeli detergen 1 kg dengan harga 12 ribu rupiah lebih murah dari memberi 6 kantong detergen 75 gram dengan harga satuan 2ribu rupiah. (sigh...)
Betapa menyedihkannya pendidikan bangsa ini...
Posted by
KodokHijau
at
10/03/2006 10:15:00 AM
0
comments
Wednesday, September 27, 2006
Nuansa ramadhan
4 Ramadhan 1427 H
Buat aku dan mecca, bukan ini yang termasuk dalam definisi ‘nuansa ramadhan’. Bukan tutupnya warung disiang hari, atau tidur seharian penuh, atau bangun kesiangan untuk bekerja, atau merasa lemas seharian karena berpuasa. Bukan ini
Sekali lagi, perasaan superioriti etnis ini membuatku defensif. Mereka mengatakan, hanya di aceh terasa dengan benar nuansa dan suasana ramadhan. Alasaanya tidak ada satupun warung makanan yang buka disiang hari. Sementara di tempat lain, tukang bakso pun tetap berjualan disiang hari.
Buatku, bukan ini yang namanya ‘suasana ramadhan’. Apa bedanya ramadhan dengan bulan lainnya, kalau yang tidak sholat tetap tidak shalat, kecuali tarawih di masjd malam hari. Apa bedanya ramadhan dengan bulan lainnya kalau tidak ada yang berlomba-lomba beramal saleh dan meraih pahala. Tidak ada tilawah, kecuali pengurus masjid yang pada waktu tengah malam membaca Al-Quran melalui loud speaker dan mengganggu istirahat orang lain.
Puasa dijadikan alasan untuk mengurangi kerja. Puasa dijadikan alasan untuk merasa lemas dan lemah. Puasa dijadikan alasan untuk makan banyak diwaktu buka. Puasa dijadikan alasan untuk tidak produktif. Puasa telah berubah fungsi menjadi sebuah topeng.
Bukan ini yang aku anggap sebagai suasana ramadhan.
Posted by
KodokHijau
at
9/27/2006 10:40:00 AM
0
comments
Wednesday, May 17, 2006
Maafkan aku sahabat, aku pergi dulu
Seharusnya aku berbahagia, akhirnya penantian panjang untuk pergi PTT di Aceh akhirnya berakhir. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Air mata menetes setiap kali mengingat bahwa tangal 22 mei ini, yaitu 6 hari sebelum tanggal 28 mei, aku berangkat ke aceh.
Sejak awal memutuskan untuk mendaftar pergi PTT, aku sudah mencoba rela untuk tidak berada di jakarta pada tanggal 28 mei, tanggal yang akan menjadi sangat bersejarah untuk kedua saudara ku yang walaupun bukan saudara kandungku tetapi seperti sudah melebihi batas saudara kandung. Tapi sampai hari ini aku masih disini, di jakarta. Tak pernah mengira bahwa h-6 ternyata aku akan meninggalkan jakarta. Padahal kebaya seragamku sudah di tukang jahit.
Alhasil, setiap membahas kepergianku yang tanggal 22 itu, atau mengingat kebaya yang sedang di tukang jahit, kelenjar air mata terpaksa berproduksi lebih, tetes-tetes air mata perlahan mengalir, terasa kepedihan yang mendalam. Tak kukira juga, bahwa kepergian ku ternyata akan seperti ini, begitu sulit dan berat.
Tapi aku harus istiqomah di jalan-Nya. Alasan utama kepergianku adalah untuk ibadah. Mungkin ini hanya salah satu ujian dari Yang Mahakuasa. Bisakah aku mengambil keputusan yang terbaik di mata-Nya (dan bukan di mata ku) ?????? Insya Allah.
Bukankah jihad di jalan-Nya lebih penting dan lebih besar dari apapun.
Tapi mengapa hatiku merasa sangat pedih, hanya karena aku tak bisa menghadiri pernikahan saudaraku-sahabatku yang tanpa kusadari telah kunanti sejak awal persahabatan kami.......
Maafkan aku sahabat. Walaupun aku tidak hadir secara fisik di hari penting mu, insya Allah, hatiku dan doaku tetap bersamamu...
Posted by
KodokHijau
at
5/17/2006 06:31:00 AM
1 comments
Wednesday, April 19, 2006
PTT untuk dokter tidak pernah tidak wajib....
hanya sedikit tertunda.....
Peraturan WKS (wajib kerja sarjana) mewajibkan para dokter yang baru lulus untuk 'mengabdi' pada negara dalam kurun waktu tertentu pada suatu daerah tertentu dimanapun di seluruh nusantara. Walalupun tidak pernah disebutkan bahwa peraturan ini khusus dokter, namun hanya dokter umum yang terkena kewajiban melaksanakan peraturan ini.
Tanya Ken-Apa?
Waktu pun berlalu. Semakin lama, pemerintah semakin terlena dengan pengabdian pada dokter di daerah terpencil. Pelayanan kesehatan di negara ini telah merata, terutama dengan adanya mereka yang mengabdi di daerah terpencil, begitu kata pemerintah. Para dokter itu pun mendapat julukan 'ujung tombak terdepan' dalam pelayanan kesehatan di masyarakat. Seandainya apresiasi pemerintah terhadap kerja keras pada dokter di daerah terpencil itu berlangsung konsisten, mungkin tidak akan ada demo para dokter yang menuntut penghapusan peraturan WKS. Bagaimanapun, 'ujung tombak terdepan' itupun punya hak hidup, punya penghidupan yang layak, dan kemampuan menghidupi keluarganya dengan layak. Inkonsistensi pemerintah dalam menghargai kerja keras dokter berawal dari keterlambatan gaji satu bulan, lalu dua bulan, lalu tiga bulan, dan seterusnya. Memang hal ini tidak terjadi di setiap tempat, namun cerita semacam ini sudah biasa dan lazim bagi dokter PTT. Belum lagi suplai obat-obatan dan alat kesehatan yang sering tidak memadai atau terlambat. Alasannya tidak banyak bervariasi, daerah terpencil sulit dijangkau sehingga kirimannya terlambat, atau masalah birokrasi yang memakan waktu. Jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Betul???
Hasil dari demo para dokter, undang-undang WKS memang dihapuskan. Diganti dengan peraturan yang menyatakan bahwa PTT untuk dokter tidak wajib. Sekarang dokter yang baru lulus punya lebih dari satu pilihan. Bisa tetap PTT ke daerah, baik dengan penempatan oleh pusat ataupun langsung ke pemerintah daerah, atau mengajukan diri ke BUMN dan LSM untuk kemudian dianggap PTT alias pengabdian kepada negara. Kalau diperhatikan, kok semua pilihan tetap mengarah ke PTT ya??? Memang. Semua kecuali satu. PTT boleh ditunda untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis. Setelah selesai, ya tetap PTT juga... Jadi, apakah pernah pilihan PTT itu tidak wajib?????
Posted by
KodokHijau
at
4/19/2006 07:56:00 AM
0
comments
Saturday, January 14, 2006
tentang PTT
Indonesia belum siap untuk bisa sehat tanpa dokter puskesmas.
Baru sekian tahun Indonesia mencoba aturan baru: hapuskan wajib kerja sarjana ke daerah bagi dokter; timbul polio, masalah kurang gizzi merebak, tingkat kesehatan masy turun. Berbagai alasan dianalisis sebagai argumentasi perlunya penghapusan wajib PTT. Mulai dari ketidakmampuan pemerintah untuk membayar honor dokter (yang biasanya di-rapel 3bulan,dibelakang...), sampai kebutuhan bangsa akan ilmuwan2 muda, hak dokter untuk mengenyam pendidikan di usia muda. Tuntutan yang cukup masuk diakal, apalagi ketika honor dokter PTT kerap kali terlambat padahal keberadaan mereka disana adalah suatu kewajiban. Tak mengherankan kalau sekarang ternyata banyak puskesmas daerah terpencil tidak memiliki dokter. Selain karena, gaji yang minimal dan sering telat, serta tuntutan yang (kadang) terlalu tinggi. Berapa banyak sih dokter baru lulus yang mau pergi ke daerah terpencil, mengajukan lamaran untuk bekerja di puskesmas terpencil, dengan gaji minimal yang sering terlambat, tanpa akses untuk pendidikan kedokteran berkelanjutan, tanpa akses untuk pelayanan kesehatan yang baik bahkan seringkali harus membeli obat sendiri untuk diberikan ke pasiennya karena kiriman obat untuk puskesmas sering terlambat dan tidak mencukupi???? Kurasa mereka yang seperti itu bisa dihitung jari.
Sekarang pemerintah mulai merencanakan untuk kembali ke peraturan lama, mewajibkan PTT bagi dokter baru lulus. [sigh..] Menurut 'bocoran' orang dalem, rumusan peraturannya memang belum disusun. Semua itu baru ide yang dilontarkan secara lisan oleh para pejabat bersangkutan dan belum didukung usaha penyusunan peraturan baru (lagi). Namun hal penyusunan peraturan seperti itu bisa saja selesai dalam waktu satu minggu (katanya). Sistem kebut seminggu. Suatu kebiasaan yang jelek yang entah kenapa masih dipertahankan sampai sekarang: membuat peraturan baru tanpa persiapan yang matang, tanpa didukung data dan bahan yang memadai. Yang penting jadi. Suatu pola pikir jangka pendek yang tanpa mereka sadari mampu mempermainkan dan mengombang-ambingkan nasib ratusan dokter baru lulus. Tak peduli bahwa bahasa peraturan yang baru jadi itu ambigu dan menimbulkan berbagai interpretasi berbeda. Tak peduli bahwa infrastruktur pendukung peraturan itu belum siap dan bahkan belum tahu infrastruktur apa yang diperlukan.
Pengalaman seorang kakak kelas yang ingin pergi PTT setelah sebelumnya menyatakan akan menunda PTT: formulir pembatalan penundaan PTT versi Konsil Kedokteran Indonesia (yang sekarang menjadi pusatnya registrasi dokter) ternyata belum ada (entah belum dicetak, atau bahkan belum dirancang!!!)
Ide untuk kembali mewajibkan PTT tidak buruk, asal jelas. Jelas memberikan fasilitas yang memadai bagi setiap dokter yang menjalankan kewajiban itu: fasilitas gaji yang memadai, fasilitas kesempatan untuk menjalani pendidikan kedokteran yang berkelanjutan, serta fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.
Seorang dokter bukan dewa. Ia butuh makan, minum, pendidikan, dan semua yang dibutuhkan manusia pada umumnya.
Posted by
KodokHijau
at
1/14/2006 07:41:00 AM
0
comments
Tuesday, November 01, 2005
Bingung!!!
Huaaaa....
Gw bingung lagi...
It's a good thing actually, dapet masukan baru dari point of view yang agak beda.
My mother has a friend who happens to be a radiologist. As we were talking about my current activity as a research assistant, she was rather surprised. For someone who has great interest in research (meaning me!) she thinks it would be such a waste if i become a radiologist, even a radiotherapist. I sensed that 'income' is one of her utmost priotity, and not mine. But I can't help thinking that even reseachers need money, for daily expenses, and research fundings (since most researches in this country still needs a lot of 'contribution' the researchers themselves)...
Intinya, kebingungan gw yang pertama:
apakah terdapat kesempatan dan kemungkinan penelitian yang cukup luas di radiodiagnostik?
Kedua:
Dalam doa, gw selalu meminta yang terbaik menurutNYA dan bukan yang gw inginkan (karena belum tentu yg terbaik buat gw itu memang terbaik menurutNYA). Sekarang gw mulai bertanya-tanya, apakah keingingan gw untuk menjadi seorang peneliti di dunia medis memang yang terbaik?????
Kodokhijauyangsedangbingungdanmerindukanramadhanpadahaldiabelumpergi..
Posted by
KodokHijau
at
11/01/2005 08:44:00 PM
0
comments
Thursday, October 13, 2005
Kepada yang.....
Dapet dari temen, yang dapet dari temennya, yang dapet dari temennya lagi, dst...
Sekarang gw tulis disini, buat temen-temen yang membutuhkan...
Kepada Yang.....
Kepada yang... MASIH SINGLE,
Cinta ibarat kupu-kupu, makin kau kejar, makin ia menghindar. Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak menduganya.
Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula menyakiti, tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerima.
Jadi......tenang-tenang saja, jangan terburu-buru dan pilihlah yang
terbaik.
Kepada yang...... RAGU-RAGU DENGAN PERNIKAHAN,
Cinta bukannya perkara mencari seseorang yang "Sempurna", tetapi menemukan sesorang yang bisa menjadikan dirimu sempurna.
Kepada yang........ PLAYBOY/PLAYGIRL,
Jangan katakan "I Love u" bila tidak benar-benar peduli.
Jangan bicarakan soal-soal perasaan bila itu tidak benar-benar ada.
Jangan kau sentuh hidup sesorang bila kau hanya berniat main-main dengannya.
Jangan menatap kedalam mata bila yang kau kerjakan hanya berbohong.
Hal terkejam yang bisa dilakukan adalah membuat seseorang jatuh cinta, padahal kau tidak berniat sama sekali untuk menerimanya saat ia terjatuh.......
Kepada yang...... SUDAH MENIKAH,
Kalau cinta jangan katakan "ini salahmu!" tapi "Maaafkan aku ya!" Jangan juga katakan "Kau dimana?" melainkan "Aku disini, kenapa!" bukan "Kok bisa sih kamu begitu?" tapi "Aku ngerti....."dan juga bukan "Seandainya kau......." akan tetapi "Terimakasih ya........"
Kepada yang.......... BERTUNANGAN,
Tolak ukur saling mencocoki bukanlah berapa lamanya waktu yang kalian habiskan bersama, melainkan betapa baiknya kebersamaan anda berdua.
Kepada yang...... PATAH HATI,
Sakit..........patah hati........ Bertahan selama engkau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam engkau membiarkannya, tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi rasa itu, melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan hikmahnya.
Kepada yang......... BELUM PERNAH JATUH CINTA,
Bagaimana kalau jatuh cinta? Mau jatuh jatuhlah tapi jangan sampai terjerumus, tetaplah konsisten? tapi jangan terlalu ngotot, berbagilah dan jangan sampai sekali-kali tidak fair, berpengertianlah dan cobalah untuk tidak menuntut, siap-siaplah untuk terluka dan menderita tapi jangan kau simpan semua rasa sakitmu jika itu benar-benar kau alami.
Kepada, YANG INGIN MENGUASAI,
Hatimu patah melihat yang kau cintai berbahagia dengan orang lain, tapi akan lebih sakit lagi mengetahui bahwa yang kau cintai ternyata tidak berbahagia denganmu.
Kepada yang......... TAKUT MENGAKUI,
Cinta menyakitkan bila kau putuskan hubungan dengan seseorang tapi lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu, tapi cinta paling menyakitkan bila orang yang kita cintai sama sekali tidak mengetahui perasaanmu terhadapanya.
Kepada yang........ BERTAHAN MENCINTAI SESEORANG YANG SUDAH PERGI,
Hal paling menyedihkan dalam hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa dia bukanlah jodohmu dan kau telah menyia-nyiakan bertahun-tahun untuk seseorang yang tidak layak. Kalau sekarang ia sudah tidak layak 10 tahun dari sekarangpun ia juga tak akan layak. Biarkan dia pergi,
lupakanlah
Posted by
KodokHijau
at
10/13/2005 05:04:00 AM
0
comments
Mug KodokHIjau (asal usul semua nama itu..)
Kuliah selama 6 tahun sangat berasa. Tapi yang ga kerasa, ternyata usia si mug kodok yang selama ini nangkring di lemari gelas punati (Pulo Nangka Timur) itu juga sudah 6 tahun (well, 6 tahun kurang 1 bulan). Kira-kira 6 tahun yang lalu, teman-teman sekelompok belajar ku berbaik hati memberikan sebuah kado ultah, berhubung waktu itu, gw yang relatif awal ultah setelah terbentuknya kelompok belajar kami itu. Hanya dengan berdasarkan info bahwa warna favoritku HIJAU, they bought me a green frog 3D mug. Mungkin karena sama-sama punya pipi tembem, mereka melihat kemiripan diantara kami (gw dan si mug kodok). Since then, they called me Frogger, Froggy, or Kodok.
Karena 'markas' tempat kami biasa menginap adalah rumah ani, maka kuputuskan, si mug kodok untuk tetap tinggal disana. So, I would have my own special mug whenever i visit that house. Beberapa tahun berlalu, melalui musibah banjir, kepentok sana-sini, muncul lah bopeng di sana-sini. Si mug kodok tidak lagi semulus waktu baru. Awalnya agak sedih ngliat mug tercinta ku sudah bocel-bocel. Tapi setelah dipikir-pikir, bisa dianggap sebagai lambang persahabatan ku dengan sahabat ku, inisiator pemberian si mug kodok. Persahabatan kami tidak mulus, there are bumpy roads now and then, but we survived 6 wonderful years. Dengan setiap luka yang mempererat hubungan silaturahmi diantara kami, diantara kedua keluarga kami.
Reni Wigati, semoga persahabatan kita bertahan selamanya.
I wish u all the best in the world.
Posted by
KodokHijau
at
10/13/2005 03:23:00 AM
0
comments
Saturday, October 01, 2005
lyrics...
One Last Cry
My shattered dreams and broken
Heart are mending on the shelf
I saw you holding hands standing so close to someone else
Now I sit all alone, wishing all my feeling was gone
Gotta get over you
Nothing for me to do
But have one last cry
Chorus
One last cry
Before I leave it all behind
I've gotta put you out of my mind this time
Stop living a lie
I guess I'm down to one last cry
I was here, you were there
Guess we never could agree
While the sun shines on you
I need some love to rain on me
Still, I sit all alone
Wishing all my feelings were gone
Gotta get over you
Nothing for me to do..
But have one last cry
Chorus
I know I gotta be strong
But 'round me
Life goes on and on and on, and on
I'm gonna dry my eyes
Right after I have my one last cry
Posted by
KodokHijau
at
10/01/2005 10:19:00 AM
0
comments
Friday, September 30, 2005
Pungutan liar.....!!!
Huh... sebelnya.....
Belum selesai be-te sama urusan insentif TU (tata usaha) yang GA BOLEH SEDIKIT itu, sudah harus terpapar oleh berbagai kemungkinan pungli dari dinas kesehatan. Kenapa sih penduduk negara ini hobi banget morotin sesama bangsa sendiri!!!
Posted by
KodokHijau
at
9/30/2005 04:05:00 PM
0
comments
Sunday, September 25, 2005
akhirnya......
selesai sudah satu babak dari kehidupan gw... Artinya, awal babak lain....
24 September 2005: pelantikan lulusan dokter dan angkat sumpah, menandai secara resmi selesainya pendidikan kami yang lulus dan mulainya kehidupan sebagai dokter umum.
For the past week, gw beserta secuplik panitia PLD lainnya selalu pulang malem (bahkan ada yang nginep di markas sementara PLD di Imam bonjol!). Susah payah menyiapkan acara kemaren. H-1, usaha menyiapkan aula FKUI dengan memindahkan kursi-kursi melibatkan hampir separuh clonners. Alhasil, badan gw pegel2... cape bo! Tapi lega juga akhirnya acara sukses terselenggara...
Belum lewat 24 jam, I miss my friends already. Walaupun mungkin setelah ini masih pada ketemu, tapi bakal beda. Ga ada lagi clonners yang berjuang bersama. Apalagi kerjaan gw setelah ini cuma sendirian.... Oh how I miss u guys....
kodok hijau yang kesepian....
Posted by
KodokHijau
at
9/25/2005 06:33:00 AM
1 comments
Sunday, September 04, 2005
Oleh-oleh dari pangandaran-banjar
Hari kamis tengah malam, kami sekeluarga (anak-cucu Dipodisastro) berangkat menuju pangandaran dengan BigBird, bus kecil dengan 25 kursi. Sebetulnya, tujuan utama keberangkatan adalah untuk menghadiri pernikahan salah satu saudara yang tingal di kota banjar pada hari sabtunya. Tapi apa salahnya kalo nyambi jalan2 ke pangandaran.
Baru sampai cikampek, kami sudah disambut macet. Maklum lah, mungkin separuh warga jakarta yang relatif berkecukupan hijrah ke luar kota untuk menghabiskam long-weekend. Alhasil yah, macet. Awalnya, agak susah tidur, apalagi karena sejak lepas isya gw dah nabung tidur. Tapi karena semua orang tidur, ditambah bosan melihat kemacetan jalan, akhirnya gw jatuh tertidur juga.
Entah setiap berapa menit gw terbangun untuk membetulkan posisi badan. Sekitar pukul 5 pagi, ternyata kami belum juga sampai kota banjar. Akhirnya kami memilih untuk sholat subuh di salah satu masjid pinggir jalan. Rencana awal melihat matahari terbit dari tepi lautan jelas gagal. Sebenernya dari awal ga yakin juga sih bisa sempet liat sunrise, tapi dengan kemacetan di cikampek, kemungkinan itu jelas hilang. Ternyata perjalanan masih berlanjut sekitar 4 jam lagi sebelum kami sampai di tempat wisata pantai pangandaran.
Sampai di sana, langsung berhadapan dengan gerbang masuk dimana setiap pengunjung dikenai biaya masuk, seperti layaknya masuk Ancol. Hal ini tidak terlalu mengherankan. Apa boleh buat, Pemda punya hak untuk mengelola sumber daya alam yang dimilikinya. Dan, mungkin dengan adanya koordinasi tempat wisata dari Pemda dapat meningkatkan pelayanan kepada turis yang datang. Yang kami belum tau saat itu adalah adanya peraturan Pemda lain mengenai bus wisata. Ternyata bus wisata tidak boleh memasuki areal wisata dan hanya diperbolehkan parkir di tempat yang sudah disediakan. Masih ada toleransi untuk melakukan pengantaran sampai ke tempat penginapan hanya jika ternyata para penumpang bus sudah memesan sebelumnya. Tapi bila tidak, bus wisata tidak boleh mengantar, apalagi menjemput. Alasannya, demi meningkatkan pendayagunaan usaha kecil dan menengah alias becak. Ada 23 orang dalam bus kami (termasuk didalamnya 2 anak dan satu bayi) yang membawa barang bawaan yang sedemikian banyaknya (termasuk bawa panci dan wajan....) yang membayangkan bahwa bus yang kami sewa dengan harga jutaan itu tidak bisa menjemput kami saat mau pulang dan kalau mau maksa, harus bayar denda sebesar Rp200.000.-!!!!!!! Jelas kami protes keras. Tetap saja tidak digubris. Usut punya usut, ternyata peraturan itu sudah berjalan kurang lebih 5 bulan dan merupakan hasil rapat antara Pemda terkait, DisHub, serta ASOSIASI BECAK setempat. Rapat tersebut tidak mengikutsertakan para pemilik vila dan penginapan yang pada akhirnya merasa dirugikan. Bagaimana tidak. Kepada siapa lagi para turis mengeluh kalau bukan kepada pemilik penginapan? Untungnya pemilik penginapan tempat kami tinggal memiliki sebuah Pick Up. Beliau mengusulkan, kalau saja kami mau, kami dipersilahkan mempergunakan Pick Up tersebut sebagai alat transportasi dari penginapan ke tempat parkir bus. Yang lucunya, saat kami harus naik mobil bak terbuka dalam keadaan berdiri itu, kami sudah harus pula berdandan rapi untuk pergi ke pernikahan saudara (yang sebetulnya merupakan tujuan utama keberangkatan). Betapa pengalaman yang menceriakan. Semoga saja tidak ada orang yang kami kenal yang melihat kami dalam Pick Up tersebut, Malu. Tapi dasar sudah tebal muka, walaupun harus sedikit malu, masih bisa tertawa dan berhaha-hihi, ketimbang harus naik 10 becak untuk bisa sampai ke parkir bus.
Selanjutnya, riwayat perjalanan seperti biasa, tanpa kelainan lagi.
Berdasarkan informasi pemilik penginapan tempat kami tinggal, peraturan tersebut memang sudah diprotes banyak pemilik penginapan yang merasa dirugikan. Terbukti dengan menurunnya frekuensi peyewaan penginapan mereka. Alhasil, mereka sudah merumuskan peraturan baru lagi yang siap diterapkan.
Siap????
Mungkin bukan kata yang tepat. Karena semua peraturan dirasa terburu-buru. Sejak otomoni daerah berlaku, seakan-akan bermunculan raja-raja kecil yang bertindak gegabah dan belum mempertimbangkan segala aspek. Apakah ini harga yang harus dibayar dalam proses pendewasan diri. Maklum, selama ini daerah kan tinggal menerapkan peraturan yang sudah baku dari pusat. Layaknya seorang anak kecil yang menemukan mainan baru dan melakukan berbagai eksperimen terhadapnya.
Posted by
KodokHijau
at
9/04/2005 08:13:00 PM
0
comments
Monday, August 29, 2005
rasanya lulus dokter.....
Ingat rasanya baru lulus sma.... Well, kira-kira itu yang gw rasakan sekarang, walaupun sudah 6 tahun gw meninggalkan bangku sma. Gimana ya... meninggalkan bangku kuliah yang gw jalani selama 6 tahun ini rasanya seperti meninggalkan bangku sma. Ga heran sih... soalnya, selama 6 tahun ini emang kerasa kaya sma yang diperpanjang...... tiap akhir tahun naek kelas, bukannya naek tingkat.. tiap angkatan diperlakukan seperti kelas dan bukan tingkat..
Mungkin yang beda cuma dari segi tanggung jawab. Kalo lulus sma kan cuma punya tanggung jawab untuk cari sekolah lagi. Lulus dokter berarti siap terjun ke masyarakat, siap mengabdi, siap bekerja. Bagi beberapa diantara kami pun itu tak berbeda, karena lulus pendidikan dokter umum berarti menyiapkan diri untuk sekolah lagi: spesialisasi.
(sigh...)
Posted by
KodokHijau
at
8/29/2005 06:10:00 PM
0
comments
Saturday, August 20, 2005
alih profesi jadi bidan
Waktu itu aku lagi jaga di kamar bersalin salah satu rumah sakit pemerintah di Jakarta. Yang jaga ada 3 ko-as dan 2 siswi ak-bid (akademi kebidanan). Sekitar tengah malam, saat keadaan sedang lengang, ngobrol-ngobrol-lah kami, saling bertukar cerita dan pengalaman jaga. Satu cerita yang sangat menarik datang dari salah satu siswi akbid.
Awalnya ngobrolin tentang daya tahan telepon seluler. Ada yang tiap tahun sudah perlu diganti, ada yang tahan sampai beberapa tahun. Salah satu akbid bilang: "Aku udah 10 tahun pake hp, baru ganti 3kali. Jadinya kan kira-kira ganti hp tiap 3 tahun."
Temanku bertanya: "Oh ya...? Emangnya pertama kali pake hp kapan"
Akbid: "dari SMA"
Temanku: "ohhhh... jadi umur mba sebenernya berapa sih?
analisis masalah: biasanya, yang masuk akbid itu anak SMA. Kalo masa dia SMA udah 10 tahun yang lalu, berarti dia angkatan 94-95-an donk... Padahal, mereka yang jaga bareng waktu itu baru tingkat 2 akhir yang artinya baru menjalani 2 tahun pendidikan akbid. Kemana aja selama itu???
Setelah melalui bujukan dan rayuan, akhirnya dia mau cerita. Sebenernya dia udah lulus sarjana ekonomi dan sudah pernah bekerja sebagai asisten redaksi di salah satu majalah wanita. Sewaktu ibunya bertanya dia mau melanjutkan S2 dimana, dia bingung.
"Rasanya kok ga pengen punya kehidupan yang lebih sibuk dari saat itu. Semakin tinggi pendidikan, semakin tinggi pula jabatan dan tanggung jawab. Artinya, semakin banyak pula waktu yang tersita untuk pekerjaan. Kapan ngurus anak dan suami? (nanti kalo udah punya..)" Begitu pikirnya.
Jadi, dia membuka pikiran dan mencari opsi-opsi baru.
Entah kenapa, ketika melihat profesi bidan, dia menjadi sangat tertarik. Bisa membantu orang lain, dan tidak terlalu sibuk. Well, setidaknya, setiap bidan dapat menentukan sendiri tingkat kesibukan yang ingin dimilikinya. Dalam pikirannya, tergambar seorang bidan yang punya waktu untuk melakukan profesi yang disenanginya sekaligus mengurus keluarga.
Setelah memantapkan hati, ia menyampaikan keinginannya ini kepada ibu dan keluarganya. Awalnya mereka kaget (pastilah...), tapi setelah teryakini bahwa ia sudah siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi (mulai dari ikut bimbel, mengulang pelajaran SMA, persiapan ujian, sampai perkiraan tugas di akademi kebidanan yang mungkin sangat berat), sang ibu mendukung dengan sepenuh hati.
Berhasil masuk ke akademi kebidanan (hanya dengan mengikuti bimbel, setelah lebih dari 4 tahun meninggalkan bangku SMA), ia tidak banyak berharap dari segi indeks prestasi. "Yang penting lulus.." itu targetnya. Habis mau bagaimana lagi?? Saingannya anak-anak SMA yang masih fresh.... Yang bisa ia lakukan hanya berusaha sekuat tenaga. Hampir setiap hari pada tahun pertama pendidikan ia menangis sepulang kuliah karena merasa berat dengan semua pelajaran yang harus dihafalnya. Tapi dengan berurai air mata, ia tetap bekerja keras, dan ekstra keras untuk memenuhi tekadnya. Ngga ngira, waktu "capping day", hari dimana mereka mengucapkan janji siswa sebelum terjun ke lapangan, diumumkan bahwa Sang Sarjana Ekonomi menduduki peringkat ketiga IP tertinggi. Berurailah air mata.... Ngga disangka...!!!!
Sampai hari ini, InsyaAllah, ia masih menjalani pendidikan di akademi kebidanan. Salut pada seorang sarjana ekonomi yang mau kembali ke level pendidikan yang sama (dan bukan meneruskan ke s2) untuk mengejar keinginannya, tujuan hidupnya.
Salut buat mba deli.... dimana pun kau berada....
Posted by
KodokHijau
at
8/20/2005 06:06:00 PM
1 comments
Friday, August 19, 2005
mau jadi dokter ya???
Ingat iklan plester itu? Seringkali kalimat itu jadi becanda-an gw dan temen-temen... apalagi di tahun terakhir pendidikan dokter umum kami. Sekarang, gelar itu udah di tangan... tinggal peresmiannya dalam bentuk wisuda dan sumpah dokter.
Setelah menantikannya selama 6 tahun, rasanya kok berat ya meninggalkan hari-hari menjadi mahasiswa. Apalagi melihat betapa sulitnya dokter baru bergeliat di dunia luar.. Surat ijin praktek yang penuh birokrasi. Daftar PTT yang belibet. Sekolah lagi??? hmmmm...
Posted by
KodokHijau
at
8/19/2005 03:58:00 AM
0
comments
Tuesday, June 28, 2005
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun
Turut berduka cita atas meninggalnya
Nenek (ibu dari ibunya) Intan Alita Putri Tumbelaka (Smundel 99-1b,2f,3ipa1, FKUI 99)
dan
Ayahanda Febry (Smundel 99-3ipa7)
Maaf ya guys, ga sempet ngelayat...
Semoga semua amal dan ibadahnya diterima Allah SWT dan diberikan tempat yang terbaik disisinya...
amin.
ina masna
Posted by
KodokHijau
at
6/28/2005 04:42:00 AM
0
comments